News Update :
Powered by Blogger.
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

USB on Aksi Solidaritas Tarakan Perduli Palestina

Penulis : Unknown on Monday, July 14, 2014 | 4:57 PM

Monday, July 14, 2014


Aksi solidaritas ini kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 12/07/2014 di ikuti para Ormas dan UKM salahsatunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan ( IKAMI Sulsel ), serta BEM dan UKM USB STIMIK PPKIA turun kejalan melakukan aksi solidaritas dengan menggalang dana, disimpang empat Grand Tarakan Mall, Sabtu (12/07/2014).

“Melalui kesepakatan antar organisasi mahasiswa, dana yang terkumpul dipercayakan kepada HMI pusat yang ada di Jakarta, selanjutnya dana tersebut melalui rekening resmi disalurkan pada masyarakat palestina yang sedang membutuhkan bantuan kemanusiaan.” Jelas Mistang. Sebagai bentuk rasa solidaritas sesama manusia, gabungan organisasi kemahasiswaan ini, menargetkan mampu mengumpukan dana kemanusiaan hingga Rp.50 juta, selama 3 hari aksi solidaritas save for gaza .





comments | | Read More...

Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Budaya Indonesia

Penulis : Unknown on Tuesday, December 17, 2013 | 8:01 AM

Tuesday, December 17, 2013

Pada masa sekarang ini banyak sekali pengaruh pengaruh di negara dan budaya dengan kemajuannya teknologi informasi,termasuk negara kita Indonesia.Dengan melesatnya perkembangan teknologi informasi ini, maka semakin banyak pengaruh pengaruh terhadap nilai-nilai pelestarian di budaya indonesia, perkembangan 3T (Transportasi,Telekomunikasi,dan Teknologi) mengakibatkakan banyak berkurangnya ke inginan untuk melestarikan budaya kita. Contoh pada Transportasi, seperti bajaj di jakarta, bajaj sekarang bnyak kemunduran karena adanya mobil mewah dan bearkecepatan tinggi di bandingkan bajaj, maka dari itu manusia banyak yang menggunakan mobil dibandingkan bajaj untuk menjadikan transportasi umum di daerah ibu kota jakarta. Dan pada Telekomunikasi, banyak alat canggih yang bisa menghubungkan kita dari suatu tempat ketempat lain, seperti Hp,internet dll, sehingga dapat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Dan pada teknologi, tidak diragukan lagi teknologi di zaman sekarang, semakin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pengaruh sikap mental kita, yang bersantai santai. Perkembangan IT sekarang banyak berubah fungsi,banyak orang jahat yang mengandalkan teknologi untuk memakai kejahatan,lain halnya dengan IT yang merupakan media yang tidak mengenal pembatasan antar daerah walaupun negara. Banyak orang orang diantara kita yang membawa dampak negatif dalam penggunaan teknologi yang telah berkembang pesat.

Dengan majunya Teknologi Informasi adalah hal yang tidak bisa kita hindari , hal tersebut semakin berkembang dengan perkembangan zaman. Ada pun dampak negatif yang di timbulkan oleh kemajuan Teknologi Informasi pada warga negara indonesia, khususnya pada kalangan remaja indonesia, hanya banyak menggunakan teknologi sebagai jaringan sosial, sudah kita ketahui, banyak aplikasi yang mempermudah untuk bersosialisasi.

Budaya indonesia yang dulunya ramah tamah, gotong royong dan royalitas dalam menciptakan kesatuan bangnsa,mengakibatkan kenakalan pada kaum remaja pada saat iniseperti perkelahian,tauran,coret coret tembok, dan tidak hanya pada kaum muda, banyak kaum kalangan atas, menggunakan teknologi informasi dalam berbisnis yang negatif, seperti bisnis narkoba dan semacamnya. Bergantinya kebiasaan remaja pada masa masa ini, sudah banyak warnet warnet yang membuat kaum muda bangsa kita, mempengaruhi untuk pergi ke warnet dari pada sekolah dan ke masjid hanya untuk bermain game dan bersosialisasi di internet. Kita hidup didunia ini bukan hanya untuk bersosialisai kepada teman,kerabat,pacar,ataupun orang yang baru kita kenal melalui aplikasi seperti twitter,facebook dan lain lain, kita harus berkomunikasi kepada pencipta kita allah SWT dengan cara bedoa.

Jika kita lihat berkomunikasi memang sangat penting tujuannya, akan tetapi hal ini memperkcil silahturahmi kepada tetangga dan saudara-saudara kita karena tidak petuman satu sama lain. Kebudayaan di indonesia sangat bnayak, bebudayalah dengan ukhuwah islamiyah dan akhalak yang baik.

Setinggi apapun Teknologi yang kita dapatkan sekarang apabila kita salah menggunakannya, kita bisa tersat dan salah jalan, yang bisa mempengaruhi hidup dan budaya kita, Indonesia terkenal karena kebudayaannya , janganlah menghilangkan ciri khas indonesia dngan merusak budaya kita dengan teknologi, gunakan teknologi informasi sebaik mungkin. Hanya kita dan kaum muda sekarang yang bisa memaksimalkan teknologi ini untuk kedepannya.
SUMBER 
comments | | Read More...

Kaum Muda, Budaya Lokal, dan Era Global

SUDAH saatnya kaum muda bicara! Lalu mengambil langkah, dan secepatnya melakukan tindakan nyata untuk menjawab tantangan kaum tua tentang apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa dan kebudayaan kita.
Sudah selazimnya, kaum muda bergerak gesit dan dinamis. Tingkah lakunya seringkali diperhatikan dan dianggap penting. Mungkin karena ada istilah bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Dalam berbagai aspek, mereka dituntut untuk menjadi konseptor, juga pelopor. Kaum muda mempunyai cara khas, dan independen, dan tak perlu menunggu sokongan lembaga pemerintahan ketika menumbuhkan dan menjaga rasa bangganya terhadap kebudayaan lokal
Menyoal rasa bangga pada budaya, saya ingin sedikit menyinggung realita di kalangan muda. Seiring globalisasi, kebanyakan remaja cenderung menggandrungi budaya luar. Hal ini semakin mengental didukung media massa yang ikut menjadi promotor trend. Belakangan, misalnya, sebagian kalangan remaja terjangkit “demam K-pop” alias mengidolakan “Boy and Girl Band” asal Korea, termasuk artisnya yang unyu-unyu.
Selain hapal lagu dan gerakan tarinya, akhirnya sebagian kalangan muda ini, juga penasaran dengan bahasa, cara berpakaian, dan kebiasaan lainnya di Korea. Dari penasaran, berlanjut pada keinginan mempelajari budaya negeri asal ginseng itu. Fakta ini menjadi ironis ketika para remaja itu ditanya tentang bahasa daerahnya sendiri: mereka hanya bisa nyengir sambil garuk-garuk kepala.
Namun tak usah menjadi pesimis. Di luar sana, masih banyak kelompok pemuda yang berpikiran sebaliknya, sayangnya mereka belum banyak terjamah media. Bagaimana bisa anak muda terlihat gaul dan keren tanpa menanggalkan identitas budayanya? Jawabannya: bisa!
Salah satunya dibuktikan sekelompok mahasiswa muda Institut Teknologi Bandung (ITB) yang terhimpun dalam bisnis kreatif bernama “Lazuli Sarae”. Beberapa waktu lalu, mereka didaulat sebagai pemateri dalam seminar kepemudaan yang diselenggarakan salah satu media cetak nasional.
Dimulai dengan menyatukan passion, diteruskan dengan modal nekat dengan rintisan yang independen, jadilah sebuah rintisan bisnis pakaian yang mengusung tema batik denim.
Nama “Lazuli Sarae” sendiri berasal dari dua bahasa yang dikolaborasikan. “Lazuli” berasal dari bahasa Prancis, “Lazhward” yang berarti biru. Kata kedua, yaitu “Sarae” adalah kata bahasa Sunda yang berarti bagus. Sesuai dengan namanya, mereka menyimbolkan batik sebagai produk lokal, simbol tradisional ketimuran. Sedangkan denim mewakili kultur modern barat. Ini sesuai dengan tag-linenya, ”Local Value, Modern Spirit.”
Mengutip sebuah artikel yang ditulis Ivan Kurniawan, salah satu penggagas, bahwa tercetusnya ide bisnis kreatif ini bermula ketika ia bersama rekannya, Maretta Astri Nirmanda mengikuti ajang kontes rencana bisnis kreatif di Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010. Rupanya modal nekatnya berbuah manis. Konsep bisnis Lazuli Sarae mereka keluar sebagai runner up dalam ajang kreatif tersebut. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi Lazuli Sarae menjadi sebuah bisnis nyata.

Mereka melakukan proses pembatikan pada bahan denim, sehingga menghasilkan tekstur baru. Warna biru denim mendominasi dan kain batik tentunya dilukis secara manual dan tradisional. Jadilah sebuah produk pakaian yang keren dan sesuai selera anak muda. Yang tak kalah penting, strategi promosi dan publikasi hasil karya dilakukan melalui cara-cara modern, di antaranya via on-line. Sepakat, alternatif promosi melalui sistem online menjadi pilihan cerdas dalam menyebarluskan produk budaya kepada warga dunia. Karena, tradisional bukan berarti kuno dan tua.

***

Di situasi global ini, dimana berbagai kebudayaan saling berbaur dan bergerak dinamis, para pemuda dituntut tampil spesial, berbeda,dan tetap bangga dengan ciri khas budayanya. Kaum muda harus merasa beruntung, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya yang banyak dan beragam.
Bekal utamanya tiada lain, yakni rasa percaya diri. Tinggal kita yang memilih, mau melupakan dan ikut ikutan zaman modern yang tak keruan ini, atau sebaliknya, menunjukkan sikap bangga lalu mengekspresikannya dalam bentuk nyata. Membuktikan kepada orang tua, tetangga, dan juga dunia.
Pemuda berkuasa atas tindakannya. Mari kita bergerak untuk identitas kita, agar tak kehilangan jati diri. Ayo! Kita layak menjadi pusat perhatian dunia.[]
comments | | Read More...

Sepotong Jejak Budaya Tarakan

PRAK! Suara perisai yang dihempaskan ke lantai kayu itu mengentak pengunjung. Sore itu, seorang penari Dayak sengaja membanting tameng kayu hingga terbelah dua. Interaksi sang penari dengan penonton menyemarakkan Kawasan Wisata Adat Baloy Tidung.

Diiringi musik tradisional dari pelantam, sang penari berlenggak-lenggok bertumpu pada pergelangan kaki. Kendati nampak sederhana, putaran pergelangan kaki membutuhkan keseimbangan tubuh.

Berteduh di bawah bayang-bayang rumah tingkat dua lubung kilong, yang menjulang di tengah kolam, pengunjung menikmati sajian budaya Tarakan. Lubung kilong adalah tempat untuk menyajikan kesenian Tidung. Dari sinilah, sang penari menuruni tangga, lantas menari. Lekingan telah menggema dari lubung kilong sebelum beranjak turun, dan menari. Sajian budaya ini digelar saban sore pada hari Minggu.

Saya memasuki kawasan budaya ini menjelang sore, sengaja untuk menikmati sajian tari-tarian khas Kalimantan. Langit biru cerah, awan seputih kapas mengambang di angkasa. Para pemuda-pemudi bercengkerama, menyusuri jalan kayu. Sebuah kolam besar, dengan bahtera di tengah-tengah, mengundang anak-anak bermain.

melayu,tarakan,kalimantan utara,tarianPertunjukkan tari Melayu menyambut wisatawan yang berkunjung ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Agus Prijono).
Dari gerbang masuk, saya menatap rumah panggung nan megah. Berbagai ornamen menghiasi atas rumah utama: naga dan rangkong dipahat halus, menghiasi arsitektur adat ini. Sebagian besar rumah adat terbuat dari kayu ulin, berwarna cokelat tua, beratap merah kecokelatan. Rumah baloy menghadap utara, sedangkan pintu utamanya menatap arah selatan.

Rumah baloy terbagi dalam empat ruang utama atau ambir. Ambir kiri merupakan tempat pengaduan masalah adat bagi masyarakat. Sementara itu, ambir kanan menjadi ruang untuk berdamai dalam perkara adat. Bagi para pemuka adat, tempat mereka bersidang berada di ambir tengah. Dan, tempat utama bagi kepala adat besar bertempat di lamin dalom.

Di sela jalan kayu, di belakang baloy terdapat lubung kilong. Halaman kayu nan luas, menyela lubung kilong dengan aula besar lubung intamu. Bangunan paling megah ini menjadi tempat persamuhan masyarakat adat, seperti pelantikan pemangku adat ataupun musyawarah besar.

Di halaman luas itulah, sajian tari adat Dayak dan Melayu sore itu digelar disaksikan para pengunjung. Hawa panas tak menyurutkan semangat para pemirsa menikmati seni tari tradisional. Sebenarnya hanya ada dua pementasan. Namun, di tengah serbuan kehidupan modern, bagi saya, atraksi tradisional bagaikan siraman budaya setempat.

Dari ujung ke ujung, Pulau Tarakan bisa dijelajahi dalam satu hari. Setiap lokasi di pulau seluas 250kilometer persegi—tak sampai separuhnya DKI Jakarta—ini mudah dijangkau melewati jalan lumayan mulus. Sejak menjejakkan kaki di pusat kota, kesan sebagai penghasil minyak bumi begitu terasa.

Saat melewati Kampung Enam, Tarakan Timur, di tepi jalan raya terdapat pompa angguk minyak bumi. Pompa angguk ini menjadi salah satu penanda ruang Kota Tarakan. Tak jauh dari pompa angguk, berdiri beberapa menara pompa minyak yang telah ketinggalan zaman. Sebagian besi-besi penopang menara telah runtuh.

Jejak petilasan bangunan tua tersebar di sudut-sudut kota. Di depan Klenteng Toa Pe Kong, yang dibangun pada 1906, di Pamusian, Tarakan Tengah, terdapat bangunan tua tempat pegawai perusahaan minyak Belanda Bataafsche Petroluem Maatschapij (BPM).

Wisma Patra atau Socheido di sebelah utara Stadion Datu Adil, Skip, Tarakan Tengah, merupakan tempat pertunjukan seni, tenis dan kolam renang di masa lalu. Bangunan dengan meriam kuna yang dibalut kain kuning emas ini didirikan oleh perusahaan minyak swasta Belanda sekitar 1928.

Dari keramaian kota, saya hanya perlu setengah jam untuk bisa menikmati kapah rebus, udang goreng, kelapa muda, buras dan gorengan di Pantai Amal Lama. Sembari menikmati semilir angin yang berhembus dari Laut Sulawesi, kuliner nikmati itu tersaji di hadapan saya.

Kapah atau sejenis kerang bivalvia disantap dengan sambal pedas bercampur jeruk nipis. Pedas bercampur asam segar. Adonan sambal kacang menemani buras yang dibungkus daun pisang. Hanya saja, teman-teman seperjalanan mewanti-wanti kandungan kolestor kapah.

Pantai yang dibentengi tanggul kokoh ini menjadi favorit bagi warga Tarakan. Sebelum bertandang ke Kawasan Wisata Adat Baloy Tidung, saya melewati tengah hari di pantai Amal Baru. Kendati hawa panas menyergap, sejumlah pengunjung nekat menyantap kuliner khas pesisir Tarakan itu.

Salah satu sudut pantai, terdapat bangunan untuk menggelar festival budaya iraw tengkayu setiap dua tahun sekali. Dalam bahasa Tidung, iraw bermakna perayaan, dan tengkayu berarti pesisir atau laut. Iraw tengkayu bermakna perayaan laut. Salah satu ritualnya: pakan, memberikan sesaji ke perairan, sebagai wujud rasa syukur kepada yang Kuasa. Saat iraw tengkayu, sesaji laut dilarung dengan perahu, yang dikenal dengan padaw tuju dulung.

Ragam tamasya di Tarakan agaknya terlalu sayang untuk dilewatkan dalam sehari. Beberapa hari lawatan ke Pulau Tarakan seperti meringkas sepenggal babak Perang Dunia II berpadu keelokan alam pesisir.
comments | | Read More...

Tari Jepin, Kesenian Suku Tidung

Penulis : Unknown on Monday, December 16, 2013 | 8:02 PM

Monday, December 16, 2013

Menurut budayawan Tidung, Datuk Noerbeck, Tari Jepin berasal dari pengaruh budaya Arab Zapin yang masuk ke Indonesia. Budaya tersebut kemudian beradaptasi dengan budaya lokal suku Tidung.

Tari Jepin ternyata tidak hanya menjadi milik Indonesia khususnya Kalimantan Timur. Dan lagi-lagi yang mengklaim aset budaya Indonesia tersebut adalah Malaysia. Namun, budayawan Tidung menilai wajar jika Negeri Jiran turut mengklaim tari Jepin sebagai budaya asli mereka.

Di Malaysia, suku Tidung juga tersebar di sejumlah wilayah seperti Sabah dan Tawau. Karenanya, jika Malaysia mengklaim Tari Jepin dinilai wajar. Selain itu, Tari Jepin diperkirakan tersebar dibeberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Brunai Darusalam, Philipina.

Musik dan gerak dasar Tari Jepin hampir memiliki kesamaan namun cerita dalam tari tersebut berbeda. Seperti yang telah Datuk Noerbeckk ciptakan yaitu Tari Jepin Untun Belanay dan Suara Siam. Rencananya, kedua judul tari tersebut akan di patenkan bersama beberapa kesenian Tidung lainnya seperti Hadrah Tidung dan sejumlah ritual yang menggunakan alat musik khususnya Lintangan, Dul Muluk atau pertunjukan drama.
comments | | Read More...

Daftarkan Diri Anda

Logo USB

Artikel menarik

 
STMIK PPKIA TARAKANITA RAHMAWATI KOTA TARAKAN